Keindahan Desa Wisata Panusupan Purbalingga

Keindahan Desa Wisata Panusupan Purbalingga - Air terjun Wana Tirta ada di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Obyek wisata ini dengan resmi jadi wahana wisata baru di kabupaten Purbalingga yang siap di menawarkan pada wisatawan. Curug Wana Tirta adalah satu air terjun dengan ketinggian 16 mtr. dan berdasarkan pada penelitian sebagian pakar, airnya bisa selekasnya diminum karna datang dari resapan bebatuan. Tempat ini telah diresmikan oleh Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto saat resmikan Wana Tirta jadi wahana wisata pada Selasa 10 Pebruari 2015.

Keindahan Desa Wisata Panusupan Purbalingga

Air Terjun Wana Tirta Kencana yang juga dikenal dengan nama Air Terjun Sirah Kencong ini ada di dalam tempat Agrowisata Sirah Kencono. Lingkungan di sekitaran air terjun ini tetap masih asri karna kurang banyak pengunjung yang datang ke tempat ini. Ada di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Propinsi Jawa Timur.


Aksesbilitas Air Terjun Wana Tirta Purbalingga 


Dari kota Blitar tujukan kendaraan menuju kecamatan Wlingi. Sesampainya di Wlingi ambil rute ke arah Pasar Semen (belok kiri pada pertigaan pertama setelah Mesjid Raya Wlingi, sampai perempatan Perumahan Bening belolah ke kanan, perempatan ke-2 beloklah ke kiri dan ikuti rute hingga Pasar Semen). Dari pasar Semen ini belok ke kanan (menghadap ke bendungan sungai lahar gunung Kelud) dan ikuti jalan itu hingga menjumpai jalanan berbatu sepanjang kurang lebih 10 km. Kecuali berbatu jalan ini cukup menanjak sehinga disarankan kendaraan yang dipakai 4WD atau sepeda motor trail. Lalu akan dijumpai percabangan jalan, ambil belokan ke kiri dan ikuti hingga tiba di gapura masuk tempat PTPN XII.

Setelah memarkirkan kendaraan di ruangan perkebunan, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki kurang lebih 2 km lewat jalan setapak. Sayangnya untuk menuju kesana tidak ada tips arah jalan, cuma satu patokan yang digunakan adalah ikuti pipa saluran air dan tepian sungai.

Keindahan Desa Wisata Panusupan Purbalingga

Empat desa di Kabupaten Purbalingga, menyiapkan pengembangan pariwisata dengan dalam gagasan " Mampirtapa ". Mampirtapa adalah singkatan dari nama empat desa di Kecamatan Rembang, yakni Desa Makam, Desa Sumampir, Desa Tanalum, dan Desa Panusupan. Ide pengembangan pariwisata dengan adanya ini keluar setelah ada kesepakatan antarempat kepala desa. Gagasan pengembangan pariwisata dengan berbasiskan beberapa orang itu mengutamakan daya tarik alam, potensi budaya, seni, dan kearifan lokal.

Gagasan itu dikehendaki dapat jalan setelah pembukaan jembatan baru berupa Jembatan Lengkung yang menghubungkan Desa Panusupan dan Desa Makam. Pengembangan Desa Wisata Panusupan dan Desa Tanalum telah menggugah desa-desa tetangga untuk mengoptimalkan potensi yang ada untuk pariwisata.

Keindahan Desa Wisata Panusupan Purbalingga

Desa Panusupan sudah lebih dulu dikenal dengan wisata religi makam Syech Jambu Karang di Bukit Ardi Lawet, dan didukung dengan wisata seni budaya Dayakan, kotekan Lesung, wisata Curug Wana Tirta, dan sebagian keindahan alam yang beda. Lantas Desa Tanalum dikenal dengan desa seribu curug dan menyuguhkan wisata alam yang menarik.

Desa Sumampir, demikian mungkin saja untuk dikembangkan karna semangat warganya untuk buat kolam " Ciblon ". Desa Makam dikenal dengan pengrajin batu akiknya sampai akan semakin mendukung kunjungan wisatawan yang inginkan beli cenderamata akik.

Kesenian Dayakan Desa Wisata Panusupan Purbalingga

Kecuali air terjun, satu di antara kesenian rakyat yang demikian menarik adalah kesenian Dayakan. Kesenian Dayakan adalah seni pertunjukkan rakyat di Desa Wisata Panusupan, Kecamatan Rembang, kenyataannya jadi daya tarik sendiri untuk wisatawan. Seni topeng ireng yang disajikan di desa-desa lereng Gunung Merapi–Merbabu. Bedanya, Dayakan dibawakan oleh anak-anak dan asesoris yang dipakai juga relatif alami.

Keindahan Desa Wisata Panusupan Purbalingga

Muka anak-anak yang akan menari dayakan, digambari menggunakan arang. Tampilan muka seperti sama orang alas (dari rimba). Tubuh penari diberi asesoris dengan dedaunan rumputan dan janur kuning. Rumput yang dipakai juga tidak sembarangan yakni rumput Kapulata. Tengah tetabuan berupa kentongan, gong, dan ember.

Tarian Dayakan adalah tarian turun temurun dari nenek moyang, hanya saja sudah lama tidak ditampilkan. Disebut Dayak, karna konon beberapa orang disini dulu datang dari alas (rimba),

Peta Tempat Air Terjun Wana Tirta Purbalingga :


Rumput yang digunakan jadi properti tari berupa rumput Kapulata. Pemakaian rumput ini mempunyai kandungan makna nanti kehidupan sebagian orang di desa bisa teratur. Semua kehidupannya teratur dan teratur dengan baik. Lantas rumput Japakrias yang mempunyai kandungan makna dengan digelarnya tarian ini jadi semua sawan atau penyakit bisa hilang. Tengah janur berwarna kuning bermakna sejane ning nur (arah mencapai cahaya Ilahi), dan warna kuning bermakna sabda dadi, (yang di buat dari hati/jiwa yang bening).

0 Response to "Keindahan Desa Wisata Panusupan Purbalingga"

Post a Comment