Tempat Wisata Sejarah Benteng Kastela Di Maluku Utara

Tempat Wisata Benteng Kastela Di Maluku Utara - Tempat Wisata Histori Benteng Kastela Tempat Dibunuhnya Sultan Khaerun Di Maluku Utara .Di Ternate persisnya di Tidore dan sebagian Kepulauan Banda, berdiri sebagian sisa benteng yang sempat jadi saksi kejayaan rempah nusantara. Untuk mengamankan perdagangan rempah, Portugis, Spanyol, dan Belanda bangun benteng-benteng pertahanan di Maluku Utara.

Tempat Wisata Sejarah Benteng Kastela Di Maluku Utara

Di ambil dari GriyaWisata. Com, di Ternate sendiri ada tercatat delapan benteng yang masih tetap bertahan, yaitu Tolukko, Kalamata, Kastela, Oranje, Kota Janji, Bebe, Kota Naka, dan Takome. Dari catatan Belanda, sedikitnya ada 12 benteng di Ternate, termasuk satu benteng dari kayu, yaitu Benteng Kalafusa, namun sisanya tidak diketahui jejaknya.

Benteng yang sering juga disebut dengan Benteng Gam Lamo (asal nama Gunung Gamalama), dibuat lewat cara bertahap selama kurang lebih 20 th. dan benteng ini juga dikenal dengan nama Nostra Senora del Rosario. Gam Lamo sendiri berarti kampung besar, karena di sini dulu yaitu perkampungan besar yang di isi sebagian orang Portugis. Nama Nostra Senora del Rosario yaitu julukan pada benteng karena konon di tempat ini dulu tinggal seorang gadis cantik yang gemari gunakan kalung dari bunga.

Nama Kastela, datang dari kata castle yang berarti istana, karena memang di sini dulu yaitu istana pusat pemerintahan dan perdagangan Portugis. Pertama kalinya benteng ini dibuat oleh Antonio de Brito pada th. 1522, lantas dilanjutkan oleh Garcia Henriquez pada th. 1525. Th. 1530, pembangunan dilanjutkan oleh Goncalo Pereira, dan pada th. 1540 benteng ini dirampungkan oleh Jorge de Castro.

Tempat Wisata Sejarah Benteng Kastela Di Maluku Utara

Satu pintu gerbang bertuliskan Jou Se Ngofa Ngare dengan lambang garuda berkepala dua (Goheba Madopolo Romdidi) lambang Kerajaan Ternate menyambut kami. Jou Se Ngofa Ngare berarti “aku dan engkau” yang dimaksud semboyan Kesultanan Ternate, yang bisa diambil kesimpulan jadi menjunjung tinggi kebersamaan.

Sekian masuk gerbang, satu tugu dengan patung cengkeh besar menghambat. Satu fragmen relief pembunuhan Sultan Khaerun bertulis 28 Februari 1570 selekasnya terlihat. Di tempat ini lah Sultan Ternate ke-25, Sultan Khaerun diundang makan malam oleh Portugis, lalu dengan licik dibunuh oleh Antonio Pimental atas perintah Gubernur Portugis Lopez de Mosquita pada tanggal 28 Februari 1570. Jenazah Sultan Khaerun dibuang didalam laut.

Peristiwa pembunuhan Sultan Khaerun ini mengakibatkan perlawanan rakyat Ternate pada Portugis. Di bawah pimpinan Sultan Babullah, putera Sultan Khaerun, benteng ini dikepung selama lima th.. Stok makanan dan kepentingan yang beda tidak dapat dipasok dalam benteng, sampai sebagian orang Portugis di dalamnya tersiksa.

Tempat Wisata Sejarah Benteng Kastela Di Maluku Utara

Karena embargo dari Sultan Babullah ini, sebagian orang Portugis yang mati dan selanjutnya pada 29 Desember 1575, orang Portugis hengkang dari Ternate. Tanggal 29 Desember ini untuk jadikan hari lahir Kota Ternate. Satu taman dibuat di dalam tempat benteng tetapi sayang sekali bukannya buat cantik karena singkirkan esensi sejarah benteng. Kondisi ini diperparah dengan dibuatnya satu masjid cocok di samping reruntuhan benteng.

Walaupun sesungguhnya menurut UU No. 11 Th. 2010 Tentang Cagar Budaya, ada larangan mengubah atau memberi bangunan yg tidak mendukung faedah cagar budaya itu. Tengah tugu yang berada di depan gerbang, yang menggambarkan peristiwa paling utama yang terkait dengan benteng ini.

Tugu ini memiliki empat sisi yang menceritakan tanggal dan peristiwa paling utama, yaitu 28 Februari 1570, bergambar pembunuhan Sultan Khaerun ; 28 Februari 1570 Sultan Babullah kerjakan perlawanan ; 28 Desember 1575 tentara Portugis menyerah ; dan 31 Desember 1575 orang Portugis hengkang dari Ternate.

Tempat Wisata Sejarah Benteng Kastela Di Maluku Utara

Th. 1606, Spanyol datang ke Ternate dan berhasil kuasai benteng ini. Pada th. 1660, Spanyol hengkang dan menghancurkan benteng ini. Benteng yang luas lahannya 2. 724 mtr. persegi ini sekarang ini yang masih tetap bisa diidentifikasi hanya reruntuhan bastion dan menaranya. (GS)

Banyak benteng bersejarah jadi tujuan wisata menarik di Kepulauan Maluku. Terlebih, daerah ini dulunya jadi persaingan perebutan sebagian negara penjajah dari Eropa. Baik itu VOC Belanda, Spanyol, ataupun Portugis. Dan, satu di antara benteng peninggalan penjajah yang sekarang ini ramai dikunjungi wisatawan di Maluku yakni Benteng Kastela.

Sama seperti namanya, benteng ini ada di Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate. Bangunan Benteng Kastela ini sudah tidak utuh sekali lagi seperti dulu karena benteng sudah mulai tua. Tempatnya juga di tengahnya pemukiman warga jadi keunikan dari benteng ini.

Tempat Wisata Sejarah Benteng Kastela Di Maluku Utara

Karena tidak utuh, puing-puing ini disusun sebegitu rupanya. Objek benteng ini sudah dipugar okeh pemerintah setempat dengan bentuk serupa taman. Walaupun sesungguhnya pada masa lalu, Benteng Kastela memiliki luas sekitaran 2. 724 mtr. tetapi sekarang ini luasnya tidak hingga setengahnya. Walaupun itu, benteng ini tetaplah memiliki sejarah yang tinggi.

Sejarah Benteng Kastela Maluku 

Permulaannya, benteng yang dibuat dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni 20 th. ini bernama Nostra Senhora de Rosario yang memiliki arti wanita cantik berkalung bunga mawar. Hingga saat ini, nama ini jadi misteri mengapa nama itu untuk jadikan nama dari benteng yang bertindak jadi pertahanan. Benteng ini bisa disebutkan jadi Benteng Gam Lamo yang berarti kampung besar oleh rakyat Ternate.

Menurut catatan dari Belanda sedikitnya tercatat ada 12 benteng di Ternate termasuk benteng yang mempunyai bahan dasr dari kayu, yakni Benteng Kalafusa, namun sisanya tidak diketahui. Benteng Kastela sendiri yaitu saksi bisu sejarah kelam jadi saksi peristiwa pembunuhan Sultan Khairun, Raja Kesultanan Ternate.

Tempat Wisata Sejarah Benteng Kastela Di Maluku Utara

Karena ciri-khas Sultan Khairun yang cinta perdamaian, jadi beliau sepakat untuk kerjakan perundingan dengan Portugis, tetapi sesampainya di sana, beliau dibunuh dengan keji. Sampai keluar rasa perlawanan rakyat Ternate yang inginkan menyerang Portugis yang telah memonopoli rempah-rempah.

Rakyat Ternate juga berang karena sultan mereka dibunuh lewat langkah yang licik. Jadi diangkatlah Sultan Baabullah, anak dari Sultan Khairun untuk menjadikan sultan. Di kepemimpinan Sultan Baabullah, bersamaan rakyat Ternate memulai serangan besar-besaran dengan Bangsa Portugis.

Tempat Wisata Sejarah Benteng Kastela Di Maluku Utara

Rakyat Ternate bersamaan sultan baru mereka, mengepung Benteng Kastela. Sampai selama lima th., orang Portugis yang ada di dalam bentengbtidak bisa keluar. Sultan Baaubullah juga hentikan suplai makanan untuk orang portugis yang ada di dalam benteng. Hal seperti itu buat sebagian besar orang Portugis yang terkurung di dalam benteng merasa kelaparan dan selanjutnya meninggal dunia.

Peta lokasi Benteng Kastela Di Maluku Utara :


Taktik Embargo yang dilancarkan dengan cermat oleh Sultan Baabullah buat Portugis angkat kaki di bumi pertiwi, terlebih di tanah Ternate. Hingga sekarang ini, Benteng Kastela ini dirawat dengan baik dan ikut dilestarikan bersamaan warga setempat. Hadirnya benteng jadi tempat persembunyian sebagian orang Portugis ini jadi daya tarik sendiri waktu berda di Ternate. Dan, tempat ini bisa seringkali jadi tempat kunjungan sebagian wisatawan, terutama yang tertarik dengan peninggalan sejarah di Ternate.

Tempat Benteng Kastela 

Benteng bersejarah ini tempatnya berada di Kota Ternate, persisnya beralamat di Jalan Raya Benteng Kastela Santo Paulo. Tempat benteng ini masuk dalam tempat Kelurahan Kastela di Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara.

Tempat Wisata Histori Benteng Kastela Tempat Dibunuhnya Sultan Khaerun Di Maluku Utara

0 Response to "Tempat Wisata Sejarah Benteng Kastela Di Maluku Utara"

Post a Comment